Henry Robinson Palmer (1795-1844)

15 02 2013

Pencetus Sistem Monorail

Dampak pertumbuhan transportasi yang pesat menimbulkan kemacetan yang sangat parah. Tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara belahan dunia pun mengalami hal yang serupa. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi kemacetan salah satunya dengan membangun Monorail. Monorail merupakan salah satu moda transportasi yang berbasis rel tunggal dengan penggerak berupa motor listrik. Sistem transportasi ini dapat dijadikan alternatif angkutan massal perkotaan.

Sistem Monorail pertama kali diperkenalkan oleh seorang insinyur asal inggris Henry Robinson Palmer pada tahun 1825.Pria kelahiran tahun 1795 di Hackney kota London, merupakan anak dari pasangan Samuel Palmer dan Elizabeth Walker nee. Semenjak kecil ia sudah termasuk sosok yang cerdas, berbakat dan memilliki rasa percaya diri yang tinggi. Masa pendidikan dasar sekolah Parmer dididik langsung oleh ayahnya.

Karir intelektual Palmer sudah terlihat diusia muda. Pada 1818, Palmer menjadi salah satu pencentus sekaligus pendiri Institution of Civil Engineers (ICE) yang merupakan asosiasi profesional yang mewakili insinyur sipil di pusat kota London. Palmer kemudian mengembangkan karirnya dengan pindah ke Westminster untuk menjadi konsultan bidang survey desain dan konstruksi kereta api. Ia juga mendesain dermaga dibeberapa pelabuhan di Port Talbot, Ipswich, Penzance, dan Neath. Namun yang paling menonjol ketika Palmer berhasil mendesain kereta api di kota Kentish.

Setelah lama berkarir sebagai konsultan, Pada tahun 1821 Parmer menuangkan idenya tentang monorail dengan membuat buku pendek yang berjudul Deskripsi Kereta Api pada suatu Prinsip baru. Tentu saja pemikiran Palmer banyak mengagetkan banyak para ahli dan pemerintah Inggris dikala itu. Puncaknya ketika Palmer mendemontrasikan penemuannya ini dihadapan parlemen agar mendapatkan dukungan untuk mengembangkan sistem transportasi monorail pada tahun 1825. Meskipun pada awal percobaannya monorail buatan Palmer ini memiliki satu mesin tenaga kuda (hourse power) Monorail jenis pertama ini memiliki fungsi untuk membawa batu bata, tapi pada saat pembukaannya difungsikan untuk membawa penumpang.

Pada tahun berikutnya Palmer mengembangkan monorail untuk transportasi penumpang dengan menggunakan desain Deptford Dockyard di Tenggara London. Sehingga Berdasarkan paten oleh Henry Robinson Palmer, Kereta Api Cheshunt Railway menjadi pelopor pertama sebagai monorail pertama dengan membawa penumpang di pembukaannya. Penemuannya sistem monorail ini mendapatkan US paten bernomor US4618.

Sejarah monorel ini terus berlanjut, Pada tahun 1876 di Philadelpia Centennial untuk pertama kali kereta monorel menggunakan mesin uap sebagai penggeraknya. Pada tahun 1929, inovasi monorail lebih berkembang lagi dengan munculnya monorail pertama yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Dengan kecepatan 160 km/jam, kereta ini digunakan untuk menghubungkan London dan Paris. Sebagian besar literatur menyebutkan monorail merupakan sebuah rel dengan jalur yang terdiri dari rel tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki dua rel paralel. Rel pada monorail terbuat dari beton dan roda keretanya terbuat dari karet, sehingga tidak sebising kereta konvensional.

Dimasa kini, monorail merupakan MRT (Mass Rapid Transit) sebagai moda angkutan yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak (massal) dengan frekuensi dan kecepatan yang sangat tinggi.MRT memiliki jalur tertentu dan biasanya tidak mengambil ruang kota yang luas. MRT jenis ini biasanya memiliki jalur di atas jalan raya dan yang ditopang dengan tiang-tiang yang sekaligus berfungsi untuk membentuk lintasan monorail. Berbeda dengan MRT lainnya, monorail biasanya hanya terdiri atas satu rute dengan sistem lintasan loop dengan beberapa stasiun pemberhentian yang menghubungkan dengan MRT lainnya maupun langsung ke lokasi kegiatan tertentu. Penggunaan monorail sudah banyak dikembangkan di kota-kota metropolitan di dunia antara lain Moskow, Tokyo, dan Sydney

Henry Robinson Palmer meninggal 12 September 1844, di kediamannya di Jalan Great George, Westminster. Ia meninggal diusia 49 tahun dikarenakan penyakit Edema yakni berlebihnya zat cair di dalam jaringan tubuh. Sampai sekarang, pemikiran sistem monorail Palmer banyak diadopsi untuk mengatasi kemacetan di seluruh dunia.

Fitriansyah, Alumnus Stikom Bandung.

Muat dalam Pikiran-Rakyat,, cakrawala 17 januari 2013





2010 in review

3 01 2011

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

About 3 million people visit the Taj Mahal every year. This blog was viewed about 52,000 times in 2010. If it were the Taj Mahal, it would take about 6 days for that many people to see it.

In 2010, there was 1 new post, growing the total archive of this blog to 32 posts. There were 2 pictures uploaded, taking up a total of 72kb.

The busiest day of the year was June 5th with 40,350 views. The most popular post that day was Dennis Gabor (1900-1979).

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, 74.125.67.100, google.co.id, translate.google.com, and 65.55.177.205.

Some visitors came searching, mostly for dennis gabor, charlotte bronte, walter hunt, bette nesmith graham, and mesin turing.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Dennis Gabor (1900-1979) November 2008
1 comment

2

Charlotte Bronte, Perintis Novel Roman Dunia February 2008

3

Walter Hunt (1795-1859) August 2008
3 comments

4

Bette Nesmith Graham (1922-1980) May 2008

5

Henry Nestle (1814-1890) April 2008





John Boyn Dunlop (1840-1921)

15 07 2010

Dokter Hewan Menciptakan Ban Praktis

Ban merupakan bagian terpenting dari kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Berkat penemuan ban yang digelembungkan udara (pneumatic tyre) oleh pria asal Skotlandia John Boyn Dunlop, ban menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kenyamanan dan keselamatan saat berkendaraan.

John Boyn Dunlop dilahirkan dari keluarga petani di Dreghom, North Ayrshire Skotlandia pada tanggal 5 Februari 1840. Semasa kecil ia tinggal di kota kelahirannya. Dunlop muda menamatkan studinya dan berhasil mendapatkan gelar dokter hewan di Dick Vet, University of Edinburgh Skotlandia. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Dunlop berpraktik sebagai dokter hewan pertama di Edinburgh, Skotlandia, dan kemudian di Belfast, Irlandia.

Di masa mudanya, John dikenal sebagai pekerja keras. Bahkan pada usia 19 tahun ia sudah bekerja untuk membantu perekonomian orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. Pada tahun 1871 John menikah dengan Margaret Stevenson dan memiliki tiga orang putra.

Penemuan ban “pneumatic”

Asal mula penciptaan ban pneumatic didorong ketika John pertama kali mendesain roda untuk sepeda putranya yang sengaja dirancang untuk mengurangi guncangan ketika mengendarai sepeda di jalan yang kasar yang menyebabkan sakit kepala. John berusaha dengan keras menjawab keluhan anaknya yang merasa kurang nyaman dengan sepeda roda tiganya.

Pada tahun 1887, John Boyd Dunlop berhasil mendesain dan mengembangkan ban yang berisi angin pertama untuk sepeda roda tiga putranya.

Sebagian besar literatur menyebutkan, ban karet bertekanan udara pertama buatan John Boyd Dunlop dirancang dengan mengisi ban karet dengan udara seperti umum digunakan kendaran bermotor saat ini. Modifikasi ban dalam dijahit di dalam ban luar dan terpaku pada pinggirnya. John juga melakukan perbaikan ban sepeda roda tiga yang padat karet dan membungkus tabung dengan dipompa dengan udara. Ban tersebut kemudian dipasang di roda belakang sepeda dengan dipasang rekaman linen untuk memberikan tapak ban.

Seorang industrialis asal Irlandia William Harvey du Cros tertarik atas penemuan ban John Dunlop. Harvey tertarik setelah melihat seorang pengendara sepeda memenangkan perlombaan di Belfast dengan sepeda beroda pneumatic buatan John. Harvey kemudian memberikan modal kepada John untuk memasarkan temuannya itu. Kelak John bersama William membangun Dunlop Rubber Company, perusahaan ban yang menarik perhatian di dunia.

Temuan brilian John ini dianggap sebagai terobosan kemajuan pengembangan ban karet pada abad 18. John baru mematenkan penemuannya pada 7 Desember 1888 di Britania Raya Inggris. Meski telah mematenkan, temuan John dianggap tidak valid setelah diketahui rancangan ban pertama diciptakan oleh Robert William Thomson. R.W. Thomson menemukan dan mematenkan ban berisi angin tahun 1845. Meski begitu, dengan penemuan ban modern, John lebih diakui daripada temuan R.W. Thomson.

Ban Dunlop pertama kali mengiklankan desain bannya pada tahun 1889 di The Irish Cyclist. Dua tahun kemudian, John Boyd Dunlop mendirikan pabrik pertama Dunlop Tyres di Dublin, Irlandia. Satu tahun kemudian John memproduksi ban secara massal di Belfast. Tahun 1891 dibangunlah Fort Dunlop Factory di Birmingham, Inggris yang kini menjadi kantor pusat Dunlop. Pertumbuhan Dunlop dari perintis ke korporasi multinasional sukses dengan cepat.

Setelah diperkenalkan pada 1888, ban pneumatik Dunlop menjadi perlengkapan standar untuk sepeda karena sangat baik untuk digunakan di jalan yang kasar. Pada tahun yang sama, ban Dunlop untuk pertama kali digunakan pada mobil yang diproduksi oleh Karl Benz.

Dunlop kini menjadi merek ban terkemuka dunia dengan beragam produk yang telah menggoreskan jutaan telapaknya di jalan raya di seluruh dunia. Pada dekade ’80-an, Dunlop berhasil menguasai pasar di Jerman, Inggris, Prancis, dan AS. Itulah awal pesatnya perkembangan Dunlop, khususnya dalam bidang pengembangan teknologi, kapasitas produksi, dan pemasaran dengan jaringan global di seluruh dunia.

John Boyd Dunlop meninggal 23 Oktober 1921, disebabkan sakit. Ia berhasil menciptakan produk ban praktis yang bermanfaat bagi dunia otomotif.*** Fitriansyah, Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung.
Muat di Edisi Cakrawala Pikiran rakyat , Kamis 24 Juni 2010





Richard “Rich” Skrenta (1967-Sekarang)

10 12 2009

 Menciptakan Virus Komputer Karena Iseng Bagaimana rasanya ketika komputer Anda tiba-tiba kemasukan virus? Perasaan marah, jengkel, dan benci itu sudah pasti. Lebih parah lagi, virus sering kali mengganggu atau menghentikan kerja komputer pada saat diperlukan.

Sejak dikembangkan pada era ’80-an, komputer membantu kerja manusia pada banyak bidang. Seiring bertambahnya kemampuan, “penyakit” yang menyerang pun semakin beragam. Penyakit yang lazim disebut virus itu juga semakin “kreatif”. Virus komputer mulai dikenal ketika Richard “Rich” Skrenta menciptakan virus komputer untuk guyonan dengan teman-temannya.

Meski virus ciptaan Richard bukanlah program komputer jahat yang pertama, predikat tersebut disandang oleh virus Elk Cloner yang ditulis Richard Skrenta dan menginfeksi mesin-mesin Apple II. Richard dilahirkan di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, tahun 1967. Saat sekolah di tingkat pertama, Richard sangat menyukai komputer. Minatnya di bidang komputer semakin kuat, ketika orang tuanya memberikan hadiah satu unit komputer Apple II yang banyak digunakan pada masa itu.

Dalam liburan musim dingin, Richard bekerja keras dengan menggunakan komputer Apple II, untuk menemukan bagaimana cara memasukkan pesan-pesan itu ke dalam disket secara otomatis. Ia mengembangkan apa yang kini disebut sebagai virus ’boot sector’. Ketika komputer booting atau start up, disket yang terinfeksi membuat kopi virus ke dalam memori komputer. Hebatnya lagi, ia mampu menciptakan virus itu saat masih berusia 15 tahun. Richard mulai menyebarkan virus “Elk Cloner” tahun 1982 di antara teman-temannya di sekolah dan di klub komputer setempat. Mulanya hanya iseng, virus ini ia masukkan ke dalam program game. Teman-teman Skrenta saat itu dibuat pusing karena ulahnya. Sebab, ketika ada orang memasukkan disket yang belum terinfeksi ke komputer tersebut dan menulis perintah katalog untuk melihat daftar file, kopi virus ikut masuk ke dalam disket. Begitu seterusnya, sehingga virus itu menyebar dari disket ke disket, dan dari komputer ke komputer lain. Mereka mulai tidak memercayai Skrenta. Caranya, cukup mudah. Mereka tidak mau menerima disket dari Skrenta.

Sebagian besar literatur menyebutkan, virus buatan Richard ini tergolong relatif tidak berbahaya dibandingkan dengan virus yang dibuat dewasa ini. Virus “Elk Cloner” yang bisa berdampak gangguan pada layar komputer-komputer pada masa itu menyerang sistem operasi Apple Disk Operating System (DOS) Versi 3.3 melalui media floppy disk dan setiap orang ke-50 menge-boot disket terinfeksi virus, sebaris kalimat yang ditulis muncul di layar. “Saya akan masuk ke semua disketmu; Ini akan merasuki chipmu.”

Meskipun telah membuat kesal para pengguna komputer, Richard berhasil menyelesaikan karier intelektualnya di Universitas Northwestern. Richard kemudian mengembangkan kariernya di perusahaan mesin perniagaan Commodore, untuk mengerjakan projek Amiga Unix. Selepas itu, ia bekerja di Makmal Sistem Unix tahun 1995. Pada tahun 1998, Richard meletakkan jabatannya di perusahaan Sun Microsystems untuk menjadi salah satu pengagas projek direktori terbuka. Selain mengerjakan direktori tersebut, ia juga mengerjakan projek Netscape dan Musik AOL.

Perkembangan virus komputer

Sebenarnya, keberadaan virus komputer telah diprediksi oleh seorang ahli komputer, John von Newman, yang menciptakan Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC). Pada 1949, ia telah memperingatkan kemungkinan adanya program komputer yang dapat menyebar dengan sendirinya. Prediksi Newman akhirnya menjadi kenyataan. Virus ciptaan Richard bisa menyebar ke dalam program komputer dengan menggandakan diri, dan setiap komputer yang terinfeksi akan memunculkan kalimat-kalimat bernada ejekan.

Dalam perkembangannya, pertumbuhan jaringan komputer lokal, e-mail, dan internet telah memicu peningkatan peredaran virus ini sehingga sekarang butuh beberapa jam saja bagi sebuah virus untuk menginfeksi ribuan komputer. Kini juga ada berbagai jenis virus yang memanfaatkan berbagai cara penyerangan untuk menginfeksi komputer.

Pada februari 2009, Kaspersky Security Network (KKSN) mengeluarkan Daftar Top 20 program jahat yang paling aktif menyerang komputer. KKSN menemukan virus TrojWare sebesar 35 persen, VirWare sebesar 50 persen, dan MalWare 15 persen. Bahkan, Virus komputer sempat menyerang pesawat-pesawat tempur Prancis. Pesawat tempur angkatan laut tersebut tidak dapat mengunduh rencana penerbangan setelah basis datanya diserang virus Microsoft.

Mayoritas ahli menganggap virus buatan Richard sebagai virus komputer pertama di dunia. Bahkan keberadaan virus komputer terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Apa pun alasannya, kita tidak perlu mensyukuri pada program jahat yang menyusahkan ini.***

Fitriansyah, alumnus Sekolah Tinggi Komunikasi Bandung,Muat dalam cakrawala Pikiran Rakyat, edisi 10 Desember 2009





Richard Gurley Drew (1899-1980)

20 08 2009

Pencipta Alat Perekat Serbaguna

Scoth tape atau selotip transparan merupakan alat bantu untuk merekatkan kertas yang sobek atau untuk membundel hasil fotokopian. Selain itu, dalam dunia sains selotip transparan juga bisa digunakan untuk alat pengoreksi bentuk mata dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sinar-X.

Keberadaan selotip merupakan karya kreatif seorang penemu asal negeri Paman Sam Amerika Serikat, pada 1925. Richard Gurley Drew lahir 22 Juni 1899 di St. Paul, Minnesota. Semenjak kecil dan dewasa, ia tinggal di kota kelahirannya. Pria lulusan Universitas Minnesota ini memiliki bakat yang luar biasa dalam bidang penemuan, salah satunya melalui penemuan selotip.

Kisah penciptaan selotip berawal dari bergabungnya Richard di perusahaan bernama 3M atau Minnesota Mining and Manufacturing Company yang merupakan perusahaan internasional dalam bidang kimia, yang pada masa itu dikenal sebagai produsen ampelas.

Saat itu, Richard sedang melakukan penelitian mengenai mekanisme pengerjaan cat mobil dua warna yang sedang tren. Penelitiannya itu membuahkan hasil. Richard berhasil membuat suatu analisa bahwa pengerjaan pewarnaan yang berbeda dalam satu bidang mobil sulit dilakukan karena belum ada teknik yang memudahkan memisahkan dua warna yang berbeda. Hal tersebut segera menginspirasinya untuk membuat solusi berupa perekat tempel yang kini dikenal sebagai selotip. Hasil Penemuan Richard itu pada saat melakukan uji coba untuk produk ampelas, di laboratorium tempatnya bekerja, di Maplewood, Minnesota, Amerika Serikat.

Pada 1925, Richard berhasil menciptakan selotip transparan dengan lebar dua inci yang pinggirnya diberi lem perekat. Meskipun belum sempurna, Richard nekad melakukan uji coba pertama pada sebuah mobil. Hasilnya belum memuaskan, dikarenakan selotip itu terus saja terkelupas karena memang hanya memiliki perekat di pinggirnya. Richard pun segera melakukan perbaikan terhadap produk buatannya itu. Ia lantas membuat lem yang kuat namun bentuknya transparan untuk memperkuat selotip tersebut.

Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa perekat pada selotip ciptaan Richard dibuat dari campuran karet, oli, dan minyak damar untuk memberikan efek rekat pada selotip. Setelah perbaikan itu, produknya berhasil diterima pasar dan dikenal dengan nama Scotch Brand Cellulose Tape. Dalam masa dua puluh tahun, Richard berhasil menjual produknya dengan menghasilkan keuntungan 47 juta dollar.

Berkat penemuannya yang brilian, karier Richard teus menanjak. Di puncak kariernya ia berhasil mendirikan produk pabrikasi laboratorium, pada 1943. Laboratorium ini berhasil menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kepentingan publik, di antaranya bedah kaset, busa kaset, listrik insulations, masker wajah, dan lainnya.

Selotip untuk sinar-X

Dalam perkembanganya, selotip transparan yang biasa digunakan sebagai perekat bisa digunakan untuk alat pengoreksi bentuk mata dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sinar-X. Seorang sarjana dari University of California, Los Angeles, Escobar berhasil menciptakan sinar-X dari selotip buatan Richard.

Dalam jurnal Nature, Escobar menyebutkan bahwa pada dasarnya setiap orang bisa menghasilkan sinar-X cukup dengan mengelupaskan selotip atau melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang dilakukan mesin dengan tenaga manusia, seperti memutar engkol dengan sedikit pemurnian. Proses itu dapat dimanfaatkan untuk membuat mesin sinar-X murah bagi petugas paramedis atau tempat terpencil yang sulit listrik.

Meskipun, lebih dari lima puluh tahun lampau, beberapa ilmuwan Rusia melaporkan bahwa bukti sinar-X yang dihasilkan ketika mengelupaskan selotip dari gelas. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa kita bisa memperoleh sinar-X dalam jumlah besar dengan tenaga yang bisa diperoleh hanya dari mengelupaskan selotip sangat besar.

Mesin buatan Escobar mampu mengelupaskan selotip dari gulungannya dalam sebuah bilik hampa udara dengan kecepatan 3 sentimeter per detik. Pulsa sinar-X yang amat cepat, sekitar sepermiliar dari satu detik, terpancar dari tempat selotip terlepas dari gulungannya.

Dari tempat itulah elektron berlompatan dari gulungan selotip ke bagian bawah selotip yang lengket. Lompatan itu menempuh jarak sekitar dua per seribu dari satu inci, kata Escobar. Ketika elektron tersebut menyentuh bagian yang lengket itu, mereka melambat dan memancarkan sinar-X. Escobar dan UCLA mengajukan paten untuk penemuan mesin penghasil sinar-X dari selotip. Temuan terbaru Eskobar itu, berkat jasa dari pemikiran Richard yang berhasil menemukan selotip pertama di dunia.

Richard Gurley Drew meninggal pada hari Minggu 14 Desember 1980, saat berusia 81 tahun karena usia yang sudah tua. Jasadnya dikuburkan di Santa Barbara, Calif, Amerika Serikat. Berkat penemuan alat perekat selotip, Richard dikenal sebagai penemu dan mentor terkemuka khususnya di perusahaan 3M.***

Fitriansyah, alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung.

Muat Dalam Pikiran Rakyat,  edisi Cakrawala Kamis 20 Agustus 2009





Sir James Dewar (1842-1923)

5 02 2009

Pencipta “Thermos Flask”

 

Penemuan vacuum flask (tabung hampa udara) oleh Sir James Dewar di Oxford University, menjadi cikal bakal penemuan termos tempat menyimpan air panas dan dingin untuk minuman. Penemuan yang diciptakan secara tidak sengaja ini menjadi produk hotter atau cooler bagi produk minuman di dunia.

 

netJames Dewar, lahir 20 September 1842, di Kincardine-on-Forth, Scotlandia. Ia dibesarkan dari keluarga yang berprofesi sebagai pedagang anggur. Semenjak kecil dan dewasa ia tinggal di kota kelahirannya. Setelah lulus dari bangku sekolah, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Edinburgh dan menjadi murid ilmuwan kimia Lyon Playfair.

 

Pada tahun 1869, setelah lulus kuliah ia melanjutkan karier intelektualnya menjadi dosen di Royal College Veteriner. Selain mengajar, ia juga sering melakukan penelitian. Sebagian karya penelitiannya lebih banyak dilakukan di Inggris karena fasilitas untuk percobaan jauh lebih baik daripada di negara kelahirannya. Dewar pun mendapatkan gelar profesor di bidang kimia dari Royal College Veteriner, London.

 

Pada tahun 1904, Dewar melakukan penelitian bersama dengan John Fleming, ahli kimia pada University College London. Keduanya meneliti daya tahan elektris pada suhu -200 dan 200 derajat Celsius. Keduanya memprediksikan daya tahan itu hilang pada -273,15 derajat Celsius. Teori ini lantas dikenal sebagai teori superkonduktivitas.

 

Pada saat mengerjakan projek itulah secara tak sengaja ia menemukan tabung hampa udara. Tabung itu menggantikan bejana yang selama ini terbuat dari kaca. Awalnya, penemuan termos merupakan adaptasi dari tabung hampa udara yang digunakan untuk pengiriman dan penyimpanan gas cair. Namun, Dewar melihat peluang lain dari temuannya itu. Ia kemudian mengembangkan tabung hampa udaranya menjadi sebuah termos yang mampu mempertahankan suhu dingin dan panas.

 

Thermos flask yang berbentuk botol terbuat dari kaca berdinding rangkap, ruang di antara kedua dinding dibuat hampa dan satu dinding dalam ruang hampa ini dilapisi perak. Dengan dinding semacam ini, isi di dalam termos tidak dapat dipengaruhi oleh perubahan -perubahan keadaan di luar.

 

Pada termos terdapat dinding kaca yang bagian dalam dan bagian luarnya dibuat mengilap. Bagian dalam kaca dibuat mengilap agar kalor dari air panas tidak terserap pada dinding. Sementara itu, bagian luar dinding kaca dibuat mengilap berlapis perak agar tidak terjadi perpindahan kalor secara radiasi. Ruang hampa di antara bagian dalam dan luar berfungsi mencegah perpindahan kalor secara konveksi. Tutup termos terbuat dari bahan isolator, seperti gabus, mencegah terjadinya perpindahan kalor secara konduksi.

 

 

Pada tahun 1904 temuan brilian Dewar ini diproduksi secara komersial dengan pendirian perusahaan Thermos GmbH. . Meski begitu, Dewar tidak turut serta dalam pendiriannya. Pada 1907, Perusahaan thermos GmbH menjual hak merek dagang untuk perusahaan-perusahaan diantaranya perusahaan thermos botol asal Tottenham, Inggris, dan Thermos Botol Co Ltd dari Montreal, Kanada. Produk Thermos ciptaan Dewar adalah milik atau nama merek dagang dilindungi oleh casing logam

 

Selain menciptakan thermos, Dewar membuat sejumlah kontribusi yang signifikan untuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada awal tahun 1890-an, ia menjadi ilmuwan pertama untuk memproduksi oksigen cair, dan kemudian pertama untuk memproduksi solid oksigen dan hidrogen.

 

Pada 1905, Dewar juga berhasil menemukan cara membuat arang dari kulit kelapa. Ketika di didinginkan pada suhu -185 derajat Celsius, ternyata kulit kelapa itu bisa menyerap gas. Dengan menempatkan arang ke dalam tabung dan mendinginkannya, ia berhasil mendapatkan kehampaan yang dibutuhkannya itu. Puas dengan temuannya itu Dewar lalu meneliti gelembung film. Terutama tekanan pada permukaan dan analisa gelombang suara. Hasilnya pada 1921, ia berhasil mengukur radiasi matahari dengan menggunakan instrumen pendingin yang menggunakan oksigen cair.

 

James Dewar meninggal tahun 1923 saat berusia 80 tahun di London, Inggris. Sampai akhir hayatnya, ia dikenal sebagai peneliti yang banyak menciptakan penemuan.

Fitriansyah, Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung

Muat dalam Pikiran rakyat, 5 Februari 2009, edisi Cakrawala





Dennis Gabor (1900-1979)

27 11 2008

Penemu Holografi

TAHUN 1960, dalam dunia industri, dihebohkan penggalakan teknik laser yang menghasilkan hologram untuk dimanfaatkan secara komersial. Teknik ini digunakan secara luas, antara lain untuk menguji desain produk tertentu. Para seniman visual menggunakannya pula dalam menampilkan kreasi dan gagasan mutakhir.

Teknologi yang menjadi latar belakang terciptanya hologram ini lahir dari fisikawan Hongaria, Dennis Gabor, yang mengembangkan teori holografi sejak tahun 1947. Gabor lahir 5 Juni 1900 di Budapest, Hongaria. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Bertalan Gabor dan Adrienne. Dalam kehidupannya, Gabor termasuk orang yang berada. Ayahnya, seorang direktur di salah satu perusahaan pertambangan

Semenjak kecil ia sudah mencintai ilmu fisika. Ia mendapat pendidikan di Budapest dan Berlin. Pada tahun 1924, ia lulus dan mendapatkan gelar diploma dari Technische Hochschule Berlin. Gabor pun berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berhasil mendapatkan gelar sarjana.

gabor_dennis_b3Setelah lulus, Gabor mengembangkan karier intelektualnya di perusahaan Siemens dan Halske AG di Jerman. Namun, pada 1933, setelah Hitler berkuasa ia melarikan diri dari Nazi ke Inggris. Di negara Britania ini Gabor bekerja dalam pengembangan Departemen British Thomson-Houston di Rugby, Warwickshire.

Pada 1947, saat bekerja di Departemen British Thomson-Houston, Gabor menemukan holografi. Penemuan yang brilian ini ditemukan secara tidak sengaja oleh Gabor. Awalnya Gabor sedang berusaha meneliti mikroskop elektron. Ia mengembangkan teori untuk mengembangkan kemampuan mikroskop elektron itu. Pada saat ia berusaha membuktikan teorinya tersebut ia tidak menggunakan pancaran elektron, tetapi justru menggunakan cahaya. Dengan percobaan itu, Gabor malah menemukan teori holografi, ilmu yang memproduksi hologram. Dengan teori tersebut, ia berhasil menciptakan hologram pertama di dunia. Istilah hologram ciptaan Gabor berasal dari Bahasa Yunani holo dan gramma, untuk teknik ini, yang berarti “pesan menyeluruh”.

Sebagian besar literatur menyebutkan, hologram dibuat Gabor melalui proses pembelahduaan selajur sinar laser. Lajur pertama, disebut “acuan”, menyinari selembar lempeng peka foto atau film, sedangkan lajur kedua menyinari objek untuk diholografikan. Cahaya yang direfleksikan objek ini bertabrakan di atas lempengan tadi, dan menciptakan pola gabungan yang, setelah dikembangkan lagi, menampilkan citra 3D. Pada waktu itu, hologram hanya membutuhkan satu ruangan, tempat citra tertentu ditembakkan sehingga seolah-olah menjadi bagian dari ruangan itu sendiri. Citra tadi, dengan sendirinya, menimbulkan kesan nyata dan sangat fantastis. Namun sayang, hologram ciptaan Gabor tidak tersedia secara komersial sampai pengenalan laser pada 1960.

Dalam perkembangannya sinar yang dibutuhkan untuk menciptakan hologram yang lebih baik adalah sinar laser yang baru dikembangkan pada tahun 1960. Hologram ini berhasil dikembangkan oleh Pribram. Ia sangat jeli membaca konsep holografi sehingga menemukan penjelasan yang telah lama dicari-cari oleh para ilmuwan otak. Pribram yakin bahwa ingatan terekam bukan di dalam sel-sel otak, melainkan di dalam pola-pola impuls saraf yang merambah seluruh otak, seperti pola-pola interferensi sinar laser yang merambah seluruh wilayah pelat film yang mengandung suatu gambar holografik. Dengan kata lain, Pribram yakin bahwa otak itu sendiri merupakan hologram.

Pada tahun 1979, dua ilmuwan Soviet berhasil mengadaptasi temuan Dennis Gabor dengan sinehologram. Eizykman dan Fihman mulai bekerja sama di bidang hologram, ketika keduanya menjadi guru besar sinema di Universitas Paris. Dengan alat yang dirancang khusus, mereka membuat empat sinehologram berukuran 35 mm dan 70 mm. Itulah yang dipertunjukkan di College of France, Paris. Dengan dana sekitar 58 ribu dolar AS dari Fond d`Intervention Culturelle, keduanya kemudian mulai bergelut dengan film holografi berukuran 126 mm. Penggunaan film lebar ini merupakan langkah pertama untuk membuat sinehologram yang bisa ditonton lebih dari dua orang dalam waktu bersamaan. Ketika itu pula mereka menerima uluran tangan dari perusahaan Prancis Aerospatiale, yang mengirimkan satu tim insinyur dan seniman untuk belajar ke GK Lasers di Rugby, Inggris

Berkat temuannya melalui hologram, Dennis Gabor berhasil meraih Hadiah Nobel Fisika pada 1971. Di samping dianugerahi Penghargaan Nobel, Gabor menjadi anggota Royal Society London pada 1956, dan anggota kehormatan Akademi Ilmiah Hongaria pada 1964.

Dennis Gabor meninggal pada 9 Februari 1979, pada usia 79 tahun. Selain penemu hologram, Gabor juga dikenal sebagai penemu teori sintesis granular yang meneliti bagaimana manusia berkomunikasi dan mendengar. (Fitriansyah, alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung)***

Dalam Pikiran Rakyat, Cakrawala Kamis 27 November 2008








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.