Gaylord Nelson, Pencetus Hari Bumi Sedunia

8 10 2007

nelson_tws_200.jpgPADA tanggal 22 April 1970, kira-kira 20 juta warga Amerika Serikat (AS) turun ke jalan memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan yang disebabkan buruknya saluran pembuangan, serta semakin punahnya kelestarian flora di negeri itu. Aktor utama aksi nasional itu adalah Gaylord Nelson, politikus dan senator pertama yang menyuarakan isu-isu lingkungan menjadi agenda Senat AS.

Gaylord Nelson dilahirkan 4 Juni 1916, di Clear Lake, salah satu kota di Wisconsin, AS. Dia menghabiskan masa kanak-kanaknya di kota itu. Ia menerima gelar sarjana hukum dari Universitas Wisconsin. Pada saat Perang Dunia II, Nelson sempat berkarier di Angkatan Perang AS selama 46 bulan dengan pangkat letnan satu. Setelah berhenti sebagai tentara, Nelson mempraktikkan ilmu hukum di Madison.

Senator Nelson dikenal sebagai pendiri Hari Bumi 35 tahun yang lalu. Pada musim panas 1969, Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi antiperang Vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana, ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kampanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Dalam suatu konferensi di Seattle, September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telefon mengalir dari seluruh negeri.

Penurunan kualitas

Warga Amerika akhirnya menemukan forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969, surat kabar The New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.

Perjuangan Gaylord Nelson sebenarnya telah dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum demonstrasi besar-besaran pada 22 April 1970, yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Bumi. Pada awalnya, Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan Presiden John F. Kennedy ke 11 negara bagian pada September 1963. Namun, dengan beberapa alasan, kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Pada tahun itu juga, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri dengan isu utama penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana.

Agenda nasional

Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional. Dalam sepucuk surat yang dimuat website Earth Day, Senator Nelson menulis bahwa dalam tahun-tahun sebelum Hari Bumi pertama diluncurkan pada tahun 1970, ia prihatin melihat masalah lingkungan tidak menjadi isu dalam dunia politik AS. “Rakyat prihatin, tetapi para politikus tidak,” tulisnya.

Tulisan ini terkenal dan dikenang sampai sekarang oleh publik Amerika. Di dalamnya, Nelson sekaligus menegaskan tentang niatnya untuk melakukan upaya-upaya penyadaran lingkungan itu bersama-sama dengan masyarakat AS. Mantan Senator itu mengatakan bahwa ia mengangkat Hari Bumi sebagai demonstrasi akar rumput di seluruh Amerika Serikat atas nama lingkungan. Peringatan Hari Bumi terjadi karena respons spontan dari lapisan akar rumput. “Kami tidak memiliki waktu dan tenaga untuk mengorganisasi 20 juta demonstran dan ribuan sekolah serta komunitas lokal untuk berpartisipasi. Itulah hal yang menakjubkan tentang Hari Bumi. Kami akan mengorganisasi diri sendiri untuk kampanye ini,” ungkap Nelson.

Berubah

Senator Gaylord Nelson meninggal dunia pada Ahad pagi, 3 Juli 2005, dalam usia 89 tahun. Sepeninggal Gaylord, kebijakan-kebijakan pemerintah politik dan hukum di Amerika Serikat berubah. Mulai dari terbentuknya Greenpeace di Kanada –organisasi fenomenal dengan aksi-aksi “nekatnya” satu tahun kemudian. Di tingkat dunia, UNEP (United Nations Environment Programme) dibentuk setelah konferensi PBB di Stockholm tahun 1972, yang diikuti juga dengan pembentukan lembaga perlindungan lingkungan hidup di beberapa negara. Isu sentral ketika itu adalah pencemaran udara dan hujan asam di Eropa. Kesadaran pun mengembang semakin luas.

Sekarang, setelah 35 tahun berselang dan di tahun-tahun yang lalu, Hari Bumi tidak hanya diperingati masyarakat AS, tetapi juga oleh masyarakat di berbagai negara, sebagai suatu komunitas global. Tercatat dari data Earthday Network, Hari Bumi tahun 2004 lalu dirayakan di 175 negara oleh sekitar 15.000 organisasi, dan diikuti oleh lebih dari 500 juta orang.

Indonesia akan melakukan pesta akbar Pemilu 2009. Di tengah isu global warning saat ini, semoga masih ada pejabat yang mau memerhatikan kondisi lingkungan di Indonesia seperti yang pernah dilakukan Gaylor Nelson. (Fitriansyah, Staf CEO Forum Rektor Indonesia)***

 

(Muat: Edisi Cetak Pikiran Rakyat- Selasa, 14 Agustus 2007)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: