Murasaki Shikibu (976-1031)

8 10 2007

shikibu.jpgWanita Pertama Penulis Novel di Dunia

NOVEL dunia pertama yang ditulis oleh seorang wanita adalah “The Tale of Genji” (Genji Monogatari). Novel ini ditulis Murasaki Shikibu pada tahun 1007. Novel ini dihasilkan dengan menggunakan sistem tulisan hiragana yang mengandung 54 bab. Selain mengisahkan seorang aristokrat, Hikaru Genji, ia juga menceritakan kehidupan Genji dan kisah cintanya dengan latar istana berasaskan pengalaman pengarangnya sewaktu tinggal di istana.

Murasaki yang berarti bunga violet, seorang wanita yang tinggal di istana kerajaan Heian (795-1192) di Kyoto. Dibesarkan di tengah keluarga Gubernur Fujiwara, Murasaki tumbuh sebagai anak yang pintar dan belajar lebih cepat dibandingkan dengan saudara laki-lakinya. Meski ayahnya kecewa karena Murasaki bukan dilahirkan sebagai anak laki-laki, ia tetap tekun belajar mempelajari bahasa Cina yang dipandang tidak pantas bagi perempuan di masa itu.

Pada waktu itu, Murasaki hidup pada zaman periode Heian Jepang. Panorama politik periode itu, selama beberapa abad dikuasai oleh klan Fujiwara melalui perkawinan dengan keluarga kerajaan dan menempati seluruh jabatan penting di Kyoto dan beberapa provinsi utama. Kekuatan itu mencapai puncaknya di masa hidup Murasaki Shikibu ketika Fujiwara Michinaga menjadi gubernur pada 1016. Setelah Michinaga, posisi klan Fujiwara terus melemah hingga kekuatan beralih kepada kelas militer.

Akhirnya, Murasaki dapat membaca literatur Cina yang masuk ke Jepang pada abad kesebelas dan mengasah kemampuan menulisnya dengan latar budaya Cina. Setelah suaminya meninggal pada 1001, keluarga kerajaan memanggil Murasaki untuk tinggal di istana sebab bakat menulis dan otaknya yang cemerlang. Di sinilah Murasaki mulai menulis catatan harian tentang kehidupan di istana yang memengaruhi penulisan novelnya. Setelah kematian Kaisar Ichijo tahun 1011, ia mengundurkan diri dari istana. Kemudian meninggal sekitar tahun 1031.

Di antara buku-buku klasik Jepang, Genji Monogatari termasuk karya yang sulit dibaca, bukan hanya karena panjangnya yang mencapai 750.000 kata, tetapi juga karena ditulis dalam cita rasa bahasa yang kuno.

Sepeninggal Murasaki, karyanya tidak pernah mati. Seorang penyair dan esais pada masa gerakan pembebasan perempuan Jepang, Yosano Akiko (1878-1942), memelopori penyediaan terjemahan modern novel Murasaki. Ia berusaha menghidupkan kembali karya Murasaki sebab abad-abad sebelumnya karya Murasaki sering dikutip dan mendapat tempat terhormat dalam perbincangan sastra Jepang. Namun, baru di awal abad kedua puluh ada upaya untuk menjadikannya bacaan yang dapat dinikmati di luar lingkaran akademis yang pekat.

Tidak sampai di situ saja, pada 1999 seorang pendeta dan novelis wanita dari Kyoto bernama Setouchi Jakucho, menulis ulang buku Genji Monogatari ke dalam bahasa Jepang modern dan memberi tafsiran baru terhadap tindakan seksual tokoh-tokohnya. Sambutan luas dan memicu ledakan popularitas novel klasik ini di tengah masyarakat Jepang.

Demam Genji Monogatari pun merambah ke Eropa. Pada tahun 1925 hingga 1933, Arthur Waley melalui terjemahan Inggris terdiri atas enam jilid buku. Meski sering dikritik karena tidak akurat dan terlalu memanipulasi teks aslinya, berdasarkan edisi Waley inilah kisah Genji dikenal dunia dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Eropa. Genji dalam bahasa Jerman digarap oleh Oscar Benl pada 1966 dan dalam bahasa Prancis oleh Rene Seiffert pada 1978-1988. Novel ini juga sudah dialihkan ke bahasa Rusia, Korea, Cina, Ceko, Italia, dan Finlandia. Terjemahan bahasa Inggris yang lengkap dan lebih hati-hati dibandingkan dengan sebelumnya dilakukan lagi oleh Edward Seidensticker pada 1976.

Pada 2001, terjemahan Inggris yang ketiga atas novel tertua dunia ini diterbitkan oleh Viking Penguin. Hasil kerja Royall Tyler, seorang profesor bahasa dan sastra Jepang di Australian National University. Ini muncul dalam bentuk dua jilid buku dengan ketebalan total lebih dari 1.000 halaman. Versi Tyler ini antara lain memuat daftar tokoh dan ringkasan plot di awal setiap bab untuk membantu seorang pembaca pemula memasuki dunia Genji yang rumit dan berlapis-lapis.

Genji Monogatari kini dinobatkan sebagai novel tertua dunia oleh UNESCO. (Fitriansyah, alumnus Stikom Bandung dan peminat novel)***

Muat di edisi Suplemen Kampus Pikiran-Rakyat, Kamis, 30 Agustus 2007


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: