Sylvan Nathan Goldman (1898-1984)

12 12 2007

realcartucom.jpgMenemukan Troli Karena Mainan Anak

Pernahkah Anda bayangkan bagaimana jika di supermarket tidak tersedia troli (kereta belanja)? Pastinya Anda akan kerepotan membawa belanjaan yang sangat banyak. Oleh karena itu, berterimakasihlah kepada Sylvan Nathan Goldman, seorang pemilik toko grosir makanan. Dialah orang yang berjasa menciptakan troli. Di AS lebih dikenal dengan sebutan shopping cart, shopping carriage, atau carriage saja.

Sylvan Goldman, lahir 15 November 1898, dari keluarga imigran Latvia. Goldman tumbuh di sana dan menjadi penjual makanan grosiran bersama kakak laki-lakinya. Namun, di pertengahan tahun 1921, Goldman mendapat cobaan begitu berat. Usahanya mengalami kebangkrutan, akibat dari melonjaknya harga minyak di Oklahoma. Negara mengalami krisis ekonomi yang berdampak buruk pada penghasilan ekonomi masyarakat, tak terkecuali Goldman.

Meski mendapatkan kenyataan pahit, Goldman tidak menyerah. Dengan bermodalkan semangat dagang yang begitu kuat, Goldman mencoba mengadu nasib di California untuk mempelajari metode baru mengenai penjualan makanan. Ia ingin menciptakan suatu sistem pelayanan bagi pelanggannya. Sistem yang ia kembangkan adalah bagaimana caranya membuat pelanggan betah berbelanja, sehingga mereka akan sering mengunjungi toko untuk menghabiskan uang belanja mereka. Ia juga berpikir bagaimana menciptakan sebuah alat yang bisa memudahkan pelanggannya membawa barang belanjaan dalam jumlah yang sangat banyak.

Sekembalinya dari California tahun 1936, Goldman kembali membuka tokonya Standard Food Markets, yang terletak di Oklahoma City, Amerika Serikat. Saat itulah, Goldman terinspirasi untuk membuat troli, sebuah kereta dorong belanja yang bisa membawa belanjaan dengan kapasitas yang cukup banyak. Konsepnya cukup sederhana. Selain untuk melayani pelanggan supermarket, juga untuk mempermudah membawa tumpukan belanjaan sehari-hari.

Inspirasi itu muncul ketika Goldman melihat banyak pelanggannya yang kerepotan membawa makanan saat pulang belanja di tokonya. Apalagi, jika belanjaan mereka banyak. Suatu ketika, ia melihat seorang ibu meletakkan sebagian barang belanjaannya pada mainan anaknya yang beroda dan bisa ditarik dengan tali.

Melihat hal unik itu, Goldman kemudian mengutak-atik keranjang belanjaan di tokonya. Mulanya, kereta dorong ia buat seperti kursi lipat sehingga jika tidak digunakan bisa disimpan dengan praktis dan ringkas. Kemudian, Goldman mulai berpikir bagaimana caranya agar pelanggannya bisa bergerak dengan cepat membawa belanjaan yang begitu menumpuk. Ia memasang semacam roda kecil di keempat sisi keranjang untuk memudahkan membawa barang belanjaan.

Kemudian ide itu ia kembangkan bersama ahli mekanik, Fred Young. Sebelum didesain, Goldman membuat kereta dorong dengan menggunakan bahan dari bingkai logam. Kemudian membuat kawat sebagai penopang, sehingga kereta belanja ini bisa memuat dua keranjang barang. Karena konsepnya dilipat, ketika dibuka panjangnya 24 inci, luasnya 18 inci, dan tingginya 36 inci.

Demi menambah kemudahan dan kepuasan pelanggannya, ia pun meminta bantuan insinyur teknik untuk membuatkan keranjang yang lebih modern. Maka, sejak tahun 1947, pembuatan kereta dorong belanjaan ini dibuat massal. Inilah yang jadi awal mula kereta dorong di supermarket yang ada sekarang.

Tak berjalan mulus

Karya brilian Goldman tidak berjalan secara mulus. Sejak pertama kali diluncurkan 4 Juni 1937, hasil ciptaannya mendapatkan tanggapan miring dari pelanggan tokonya. Mereka merasa keberadaan troli sebagai bentuk penghinaan terhadap kemampuan pembeli untuk membawa keranjang belanjaan dalam volume yang sangat banyak. Sehingga, banyak pelanggan tidak menggunakan kereta dorong untuk membawa belanjaan mereka. Meski begitu, Goldman tidak kehilangan akal. Ia menyewa pelanggan palsu untuk menggunakan kereta dorong ciptaannya. Orang-orang yang melihatnya mulai tertarik untuk mencobanya. Tidak lama kemudian, para pelanggan mulai memakai kereta itu.

Agar hasil karyanya tidak ditiru oleh orang lain, tahun 1938, Goldman mendaftarkan karyanya agar mendapat hak paten. Banyak perusahaan yang tertarik untuk membeli ide Goldman. Sesuai dengan perkembangannya, pada tahun 1947 kereta belanja ini dilengkapi tempat duduk untuk anak-anak agar para pelanggan bisa mengawasinya sambil berbelanja. Tidak lama kemudian, bentuk troli diperbesar menjadi dua tingkat, sehingga para pelanggan bisa menempatkan belanjaan selain makanan, juga aksesori rumah tangga dan kebutuhan sekunder lainnya

Pada tanggal 27 November 1984, Goldman meninggal 12 hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-86 tahun. Ia meninggal karena umur yang sudah semakin tua. Ia dikenal oleh publik Amerika Serika sebagai salah seorang pengusaha yang sukses dan penemu troli. Konsep sederhana Goldman memanjakan konsumen dalam berbelanja.***

Fitriansyah
Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung

Muat Dalam pikiran Rakyat, 6 Desember 2007


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: