Dr. John Gorrie (1803 – 1855)

3 04 2008

wwwmszhhu.jpgTemukan AC Karena Orang Sakit

Peningkatan suhu udara saat musim panas tiba membuat kita akrab dengan keringat. Biasanya di zaman serbamodern ini untuk mendapatkan suasana nyaman dan dingin di rumah atau di ruang kantor sangatlah mudah, cukup dengan menyalakan kipas angin atau juga AC (air conditioner). AC yang dikenal sebagai penyejuk udara ruangan, saat ini sudah menjadi barang yang seolah merupakan kebutuhan pokok bagi kelompok masyarakat tertentu. Terutama bagi mereka yang memang mampu secara ekonomi dan hidup di daerah panas.

Keberadaan mesin pendingin ini memberikan banyak manfaat bagi manusia yang selalu berusaha untuk membuat keadaan di sekelilingnya menjadi lebih baik dan suasana lebih nyaman. Air conditioner (AC) adalah salah satu yang dapat memenuhi kebutuhan itu. Oleh karena itu, berterima kasihlah kepada John Gorrie, seorang dokter berwarga negara Amerika Serikat. Dialah orang yang berjasa menciptakan AC. Uniknya, AC diciptakan Gorrie karena terinspirasi oleh kepeduliannya terhadap orang sakit.

Epidemi malaria

Pada 3 Oktober 1802 John Gorrie lahir di sudut Kota Charleston, California Selatan, AS. Sejak lahir dan tumbuh dewasa, Gorrie tinggal di kota kelahirannya. Pria yang masih memiliki keturunan skotlandia ini menempuh pendidikan kedokteran dan ilmu bedah di New York City dan lulus pada tahun 1833. Setelah lulus, ia harus rela kehilangan ibu yang sangat dicintainya. Setahun kemudian, ia mengembangkan karier kedokterannya dengan membuka praktik di Abbeville, California Selatan. Setelah tiga tahun membuka praktik, pada 1837, Gorrie berkerja sebagai dokter di rumah sakit pelayanan Amerika Serikat.

Pada tahun 1841 penduduk di Apalachicola sebuah kota di negara bagian Florida terkena serangan epidemi malaria dengan gejala demam tinggi. Angka kematian akibat penyakit ini cukup tinggi. Gorrie sebagai dokter berkeinginan untuk ikut terlibat dalam menyelidiki dan menemukan obat penangkal penyakit yang menyerang sebagian besar penduduk Apalachicola.

Pada saat itulah, gagasan untuk membuat mesin pendingin udara muncul karena banyak pasiennya menderita malaria atau penyakit lain dengan gejala demam tinggi. Ruang rumah sakit yang panas membuat mereka tidak nyaman. Gorrie pun memutar otak agar suhu tubuh para pasiennya bisa turun. Oleh karena itu muncullah ide untuk membuat semacam kipas angin yang di depannya dipasang bongkahan-bongkahan es batu sehingga menghasilkan udara dingin.

Tercetusnya ide itu, mendorong John lebih memperdalam gagasan pembuatan mesin pendingin. Setelah konsepnya matang, tahun 1844 ia mulai menggambar sketsa hasil rancangannya dan mengembangkan mesin eksperimen pembuat es. Di sebagian besar literatur, mesin ciptaan Gorrie didasarkan pada hukum fisika bahwa panas selalu mengalir dari gas atau cairan yang lebih panas menuju gas atau cairan yang lebih dingin. Mesin tersebut bekerja dengan cara memadatkan gas (kompres) sehingga menjadi panas, kemudian gas tersebut dialirkan ke koil-koil untuk diturunkan tekanannya (dekompres). Hal itu membuat udara menjadi dingin.

Proses terjadinya pendinginan yang diciptakan oleh mesin pendingin sebenarnya merupakan tiruan terjadinya dingin yang disebabkan oleh alam. Dan dingin sebenarnya merupakan suatu proses penguapan karena adanya panas akan menimbulkan udara dingin di sekitarnya. Dingin terjadi karena adanya penguapan dan penguapan berlangsung karena adanya panas.

Mesin itu terus dikembangkan sehingga dapat menghasilkan gas yang lebih besar dan udara yang lebih dingin. Gas dingin yang berada di koil itulah yang menjadikan udara di sekitar mesin menjadi dingin. Proses kompres dan dekompres gas dalam koil milik Gorrie merupakan metode pendinginan udara yang masih dipakai dalam sistem pendingin sampai saat ini.

Berhenti jadi dokter

Untuk mengembangkan penemuannya, pada tahun 1845, Gorrie memutuskan untuk berhenti praktik sebagai dokter. Enam tahun berikutnya, ia berhasil menerima hak paten yang merupakan hak paten pertama yang dikeluarkan untuk sebuah mesin pendingin. Inilah awalnya ditemukan mesin pendingin yang kini dikenal dengan istilah air conditioner.

Untuk menyosialisasikan temuannya ini, Gorrie harus berjuang sendirian. Ia mendemonstrasikannya ke berbagai kota di Amerika Serikat bagian selatan. Namun sayang, dia gagal memperoleh sokongan dana yang diperlukan untuk membangun pabrik pembuat es komersial. Gorrie tidak menyerah begitu saja. Ia berusaha mengembangkan hasil temuannya dengan modal sendiri.

Dengan susah payah di pertengahan April 1948, Gorrie berhasil membuat mesin pendingin secara utuh, di Cincinnati, Ohio. Kemudian, dalam jumlah yang sedikit mesin pendingin ini diproduksi secara massal oleh pabrik the Cincinnati Iron Works. Meskipun berhasil menciptakan karya brilian, Gorrie tidak pernah menikmati hasil dari temuannya ini. Semua hartanya habis disebabkan untuk modal pembuatan mesin pendingin ini.

John Gorrie meninggal pada tanggal 29 Juni 1855 di Chicago. Ia meninggal dalam kemiskinan. Meski demikian, Gorrie meninggalkan karya besar yang tak lapuk oleh gerak zaman. Untuk mengenang jasanya, dibuatlah sebuah monumen John Gorrie di Apalachicola, Florida.***(Fitriansyah, Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung.)

Dalam pikiran Rakyat, Cakrawala, 4 April 2008


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: