Humanisme Ala Dostoyevsky

17 04 2008

Cerpen dan karya sastra besar dunia lahir dan menjadi cerminan problematika masyarakat. Fyodor Dostoyevsky, salah satu dari sekian sastrawan Rusia, “menyerahkan” karyanya kepada masyarakat. Ia berpendapat, karya itu adalah cerminan masyarakatnya. Oleh karena itu, karyanya pun selalu memotret persoalan sosial masyarakat Rusia dalam tirani berkepanjangan.

Dostoyevsky, seorang pengarang mitos, telah menciptakan sebuah karya penting dan boleh dikatakan mengandung daya hipnotis. Kadang-kadang, ia disebut sebagai pendiri eksistensialisme, terutama dalam Catatan-catatan dari Bawah Tanah, yang digambarkan oleh Walter Kaufmann sebagai “karya terbaik untuk eksistensialisme yang pernah ditulis”. Bahkan, eksistensialis yang paling kesepian yaitu Nietzsche menyatakan kekagumannya terhadap tulisan Dostoyevsky.

Dostoyevsky, yang lahir di Moskow, 30 Oktober 1821, sebelum memilih menjadi penulis, sempat berkarier sebagai ahli mesin untuk militer dengan pangkat letnan dua. Dia bertahan selama empat tahun sebagai tentara yang dijalaninya dengan hidup penuh foya-foya sehingga selalu dililit utang. Pengalaman buruk ini ia ceritakan dalam novelnya Crime and Punishment (Kejahatan dan Hukuman).

Setelah meninggalkan karier militer 1846, ia mulai menulis novel pertama Poor Folk (Orang-orang Miskin) yang serta merta mendapat sanjungan para pembacanya. Novel ini menobatkannya sebagai bakat besar dalam kesusastraan Rusia. Sukses literer ini dilanjutkan dengan menulis cerpen dan dua novel pendek, Si Kembar (1846) dan Tuan Tanah Wanita (1847). Karyanya yang lain adalah Pencuri Baik Hati (1848) dan Nyetochke Nyezvanova yang berbentuk catatan harian seorang gadis.

Dostoyevsky dikirim ke kamp kerja paksa di Siberia selama empat tahun karena keterlibatannya dalam kegiatan revolusioner. Setelah dibebaskan, ia menulis The House of Dead berdasarkan pengalamannya dalam kamp yang kejam itu. Novel ini menandai munculnya tradisi sastra penjara di Rusia. Di penjara itu juga, Dostoyevsky sempat mengalami serangan epilepsi pertamanya, sebuah kondisi yang selanjutnya akan selalu ia bawa sepanjang hidupnya.

Tahun 1860, Dostoyevsky bersama saudara lelakinya Mikhail mengedit dua jurnal penting. Salah satunya berjudul Notes from the Underground (Catatan dari Bawah Tanah) yang menyatakan keberjarakannya pada para kaum utopis radikal (sosialis dan komunis) yang ingin mengakhiri perbudakan dan korupsi dalam pemerintahan Tsar untuk mendirikan masyarakat yang lebih baik.

Dalam jurnal ini, Dostoyevsky mengkritik kegemaran manusia pada sistem dan deduksi abstrak. Kegemaran itu begitu kuat pada diri manusia Rusia masa itu sehingga manusia siap mengubah kebenaran ataupun mengingkari bukti yang masuk akal hanya untuk membenarkan logikanya. Bahkan, Dostoyevsky takut bahwa projek pembangunan ekonomi Barat tidak hanya menindas kebebasan atas nama akal dan kemajuan, tetapi juga mengakhiri sejarah keberadaan manusia.

Hampir di setiap tulisannya Dostoyevsky menunjukkan suatu pergeseran baru yang bersifat emansipatoris. Dostoyevsky menggeserkan manusia ke tataran yang konkret dan realistis dengan segenap kecenderungan yang dikandungnya dalam suatu makna yang sama sekali baru. Makna baru tersebut selanjutnya dipertautkan dengan struktur dasar makna primordial hakiki manusia. Dostoyevsky sendiri selalu menyusun cerita dalam struktur yang kokoh, dengan unsur bagiannya yang dijalin dalam ketegangan yang terjaga dan penuh kejutan. Begitu pula tokoh-tokoh yang diciptakannya menjelma menjadi figur yang spesifik dan unik.

Di luar kesuksesannya sebagai penulis, Dostoyevsky menjadi seorang pecandu judi. Ia kehilangan semua uangnya, bahkan teman-temannya memberinya utang. Untuk melunasi utang pada kreditornya, ia menandatangani kontrak tidak adil dengan penerbit yang curang yang ingin memanfaatkan situasi dan sikapnya yang tidak disiplin. Dostoyevsky harus menyelesaikan sebuah novel dalam tenggat waktu tertentu. Jika gagal, penerbit itu berhak mendapatkan semua hak atas karya Dostoyevsky yang telah diterbitkan.

Dalam tekanan dan kegelisahan, Dostoyevsky menulis Crime and Punishment dan The Gambler secara bersamaan di tahun 1866. Teman-temannya menyarankan Dostoyevsky untuk menyewa stenografer, Anna Grigorievna Snitkin, yang kemudian dinikahinya. Karya ini menerima penghargaan publik, karya pertama dari lima karya besar yang ditulis oleh penganut Rusia ortodoks ini dalam 15 tahun terakhir hidupnya.

Karya Dostoyevsky banyak memengaruhi karya kesenian dunia. Misalnya, 28 September 2007, sebuah adaptasi untuk pertunjukan panggung dipentaskan untuk pertama kali di Phoenix Theater, San Francisco, Amerika Serikat. Adaptasi ini dikerjakan oleh Oleg Lipstin. Bahkan, novel ini juga mengilhami Paul Schrader saat menulis skenario untuk film “Taxi Driver”. Film yang dibintangi Robert De Niro dan Jodie Foster, serta disutradarai Martin Scorcese ini bertema eksistensialisme. Selain itu, cerpen The Gambler pernah beberapa kali difilmkan atau menjadi miniseri di televisi, antara lain, 1971 (oleh Michael Ferguson) dan tahun 1997 Rob Reiner, sutradara film “A Few Good Men” dan “When Harry Met Sally”.

Fyodor Dostoyevsky meninggal 28 Januari 1881 karena pendarahan paru-paru yang disebabkan oleh serangan epilepsi. Ia dimakamkan di Pemakaman Tikhvin di Biara Alexander Nevsky, St. Petersburg, Rusia. (Fitriansyah, alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung dan peminat novel)***

Muat dalam Pikiran Rakyat, Suplemen Kampus, 17 April 2008


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: