Sir James Dewar (1842-1923)

5 02 2009

Pencipta “Thermos Flask”

 

Penemuan vacuum flask (tabung hampa udara) oleh Sir James Dewar di Oxford University, menjadi cikal bakal penemuan termos tempat menyimpan air panas dan dingin untuk minuman. Penemuan yang diciptakan secara tidak sengaja ini menjadi produk hotter atau cooler bagi produk minuman di dunia.

 

netJames Dewar, lahir 20 September 1842, di Kincardine-on-Forth, Scotlandia. Ia dibesarkan dari keluarga yang berprofesi sebagai pedagang anggur. Semenjak kecil dan dewasa ia tinggal di kota kelahirannya. Setelah lulus dari bangku sekolah, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Edinburgh dan menjadi murid ilmuwan kimia Lyon Playfair.

 

Pada tahun 1869, setelah lulus kuliah ia melanjutkan karier intelektualnya menjadi dosen di Royal College Veteriner. Selain mengajar, ia juga sering melakukan penelitian. Sebagian karya penelitiannya lebih banyak dilakukan di Inggris karena fasilitas untuk percobaan jauh lebih baik daripada di negara kelahirannya. Dewar pun mendapatkan gelar profesor di bidang kimia dari Royal College Veteriner, London.

 

Pada tahun 1904, Dewar melakukan penelitian bersama dengan John Fleming, ahli kimia pada University College London. Keduanya meneliti daya tahan elektris pada suhu -200 dan 200 derajat Celsius. Keduanya memprediksikan daya tahan itu hilang pada -273,15 derajat Celsius. Teori ini lantas dikenal sebagai teori superkonduktivitas.

 

Pada saat mengerjakan projek itulah secara tak sengaja ia menemukan tabung hampa udara. Tabung itu menggantikan bejana yang selama ini terbuat dari kaca. Awalnya, penemuan termos merupakan adaptasi dari tabung hampa udara yang digunakan untuk pengiriman dan penyimpanan gas cair. Namun, Dewar melihat peluang lain dari temuannya itu. Ia kemudian mengembangkan tabung hampa udaranya menjadi sebuah termos yang mampu mempertahankan suhu dingin dan panas.

 

Thermos flask yang berbentuk botol terbuat dari kaca berdinding rangkap, ruang di antara kedua dinding dibuat hampa dan satu dinding dalam ruang hampa ini dilapisi perak. Dengan dinding semacam ini, isi di dalam termos tidak dapat dipengaruhi oleh perubahan -perubahan keadaan di luar.

 

Pada termos terdapat dinding kaca yang bagian dalam dan bagian luarnya dibuat mengilap. Bagian dalam kaca dibuat mengilap agar kalor dari air panas tidak terserap pada dinding. Sementara itu, bagian luar dinding kaca dibuat mengilap berlapis perak agar tidak terjadi perpindahan kalor secara radiasi. Ruang hampa di antara bagian dalam dan luar berfungsi mencegah perpindahan kalor secara konveksi. Tutup termos terbuat dari bahan isolator, seperti gabus, mencegah terjadinya perpindahan kalor secara konduksi.

 

 

Pada tahun 1904 temuan brilian Dewar ini diproduksi secara komersial dengan pendirian perusahaan Thermos GmbH. . Meski begitu, Dewar tidak turut serta dalam pendiriannya. Pada 1907, Perusahaan thermos GmbH menjual hak merek dagang untuk perusahaan-perusahaan diantaranya perusahaan thermos botol asal Tottenham, Inggris, dan Thermos Botol Co Ltd dari Montreal, Kanada. Produk Thermos ciptaan Dewar adalah milik atau nama merek dagang dilindungi oleh casing logam

 

Selain menciptakan thermos, Dewar membuat sejumlah kontribusi yang signifikan untuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada awal tahun 1890-an, ia menjadi ilmuwan pertama untuk memproduksi oksigen cair, dan kemudian pertama untuk memproduksi solid oksigen dan hidrogen.

 

Pada 1905, Dewar juga berhasil menemukan cara membuat arang dari kulit kelapa. Ketika di didinginkan pada suhu -185 derajat Celsius, ternyata kulit kelapa itu bisa menyerap gas. Dengan menempatkan arang ke dalam tabung dan mendinginkannya, ia berhasil mendapatkan kehampaan yang dibutuhkannya itu. Puas dengan temuannya itu Dewar lalu meneliti gelembung film. Terutama tekanan pada permukaan dan analisa gelombang suara. Hasilnya pada 1921, ia berhasil mengukur radiasi matahari dengan menggunakan instrumen pendingin yang menggunakan oksigen cair.

 

James Dewar meninggal tahun 1923 saat berusia 80 tahun di London, Inggris. Sampai akhir hayatnya, ia dikenal sebagai peneliti yang banyak menciptakan penemuan.

Fitriansyah, Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung

Muat dalam Pikiran rakyat, 5 Februari 2009, edisi Cakrawala


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: